Skip to main content

Tips Memantaskan Diri


Tips memantaskan diri
.
1. Belajar taat pada syariat Islam.
Belajarlah taat pada syariat Islam. Sebab ketaatan kepada Allah adalah telah membangun pribadi yang berkomitmen.  Kalau di hadapan Allah yang tak terlihat saja ia taat, maka Insyaa Allah ia pun siap untuk menikah. .
2. Pelajari cara berumah tangga Rasul dan sahabat.
Dear.. Ilmu itu penting, Banyak pelajaran yang berharga dalam rumah tangga Rasul dan juga sahabat2nya. Allah pun berfirman bahwa banyak kisah2 terdahulu yang telah termaktub dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk diambil pelajaran.
.
3. Latihan mengambil peran Ibu di rumah
Dear.. Salah satu indikasi kamu siap menikah adalah, kamu bisa menggantikan posisi orangtuamu. Karena siap menikah, juga harus siap menjadi orangtua, mengurusi semua urusan rumah tangga serta menyelesaikan masalah2nya 😉
Sudah pernah coba?
.
4. Sering-sering membantu mengasuh anak.
Kamu mau nikah, tapi nggak suka anak-anak? Serius siap nikah?
Dear.. Berlatihlah dengan membantu oranglain mengasuh anak. Jangan sampai katanya siap menikah, suka main sama anak2, tapi giliran diamanahi mengurus anak, itu menjadi hal yang bikin stress bagi kita. 😅
.

Comments

Popular posts from this blog

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Larangan Menuduh Zina Seorang Budak Tanpa Bukti

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Fudlail bin Ghazwan dia berkata; aku mendengar Abdurrahman bin Abu Nu'm telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah dia berkata, "Abu Qasim shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Barangsiapa menuduh seorang budak berbuat zina, maka dia akan dikenakan had (hukuman setimpal) pada hari Kiamat, kecuali jika tuduhannya benar." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Waki'. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf Al Azraq keduanya dari Fudlail bi Ghazwan dengan sanad ini. Dan dalam hadits keduanya disebutkan, "Aku pernah mendengar Abu Qasim shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu ...

Pacaran Bikin Gak Hafal-Hafal Qur'an

Kalo ngelupain dia aja berat, wajar kalo hafalan Qur'annya susah di ingat. Karena Qur'an tidak selaras dengan maksiat. . Ketika seseorang masih berkecimpung dengan kemaksiatan maka dalam waktu yang sama pasti dia sangat susah untuk melakukan ibadah kepada Allah Ta'ala. Kerana memang jalan menuju Allah tak selaras dengan jalan kemaksiatan. . Maka ini sangat mudah sekali untuk menjafi indikasi dan pengingat pada diri sendiri. Jika memang kita sangat susah untuk beribadah. Maka segeralah beristighfar dan mengingat, dosa apa yang telah kita perbuat, sehingga Allah tak mudahkan kita untuk semakin mendekat padanya dengan beribadah. . Maka salah satu kemuliaan seseorang adalah ketika ia mampu menghafal Qur'an. Eiittss tapi hati-hati, bersihkan dulu pikiran kita dari memikirkan hal yang haram, jika hendak menaruh AlQur'an yang suci di kepala kita. .